Tampilkan postingan dengan label olypian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olypian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2016

Artikel Asli klik di sini




Dalam mitologi Yunani, Pandora berperan penting dalam kisah Prometheus dan penentangannya terhadap Zeus. Prometheus adalah seorang Titan, salah satu putra dari Titan Iapetus dan nimfa Clymene.
Tergantung pada versi cerita, Prometheus bersama dengan saudaranya, Epimetheus, adalah mentor sekaligus pencipta manusia.
Pada awalnya dikisahkan bahwa ras manusia semuanya terdiri dari laki-laki tanpa seorangpun perempuan. Prometheus adalah pembela manusia yang turut membantu melawan dominasi Zeus. Tindakan pertama Prometheus bagi umat manusia adalah mengelabui Zeus untuk memilih sapi dengan kualitas rendah, pilihan yang dibuat sekali namun berlangsung selamanya.
Sebagai pembalasan, Zeus menahan pengetahuan membuat api dari manusia. Prometheus tidak senang dengan keputusan ini dan mencuri api untuk diberikan kepada manusia. Prometheus mencuri api dengan cara menyembunyikannya di tangkai adas saat membawanya dari kediaman dewa ke bumi, atau dalam versi lain, mencurinya dari peleburan besi dewa Hephaestus.
Tidak berhenti di situ, Prometheus mulai mengajar manusia bagaimana melakukan segala macam hal. Di titik inilah Pandora mulai memasuki cerita, dengan detil yang diberikan oleh Hesiod dalam karyanya “Works and Days”.
Melihat kelakuan Prometheus, Zeus begitu marah dan merencanakan balas dendam untuk menghancurkan umat manusia. Zeus meminta Hephaestus menciptakan Pandora, wanita pertama, dari tanah liat. Athena lantas menghidupkan Pandora, dan dewa lain turut menambahkan atribut sehinga Pandora menjadi sosok yang sangat menarik.
Athena mengajarkan kemampuan kerajinan, Hermes memberi kemampuan bicara, dan Aphrodite memberikan berkatnya. Wanita pertama ini lantas dinamakan Pandora yang berarti “semua pemberian.” Zeus lantas memberi Pandora semacam guci tertutup rapat yang berisi setiap kejahatan dan penyakit yang bisa membuat manusia menderita.
Mengetahui bahwa Prometheus terlalu pintar untuk tertipu, Zeus mengirimkan Pandora ke Epimetheus. Meskipun telah diperingatkan Prometheus agar jangan menerima pemberian dari Zeus, Epimetheus menyambut Pandora. Karena mungkin dipicu rasa ingin tahu, Pandora kemudian membuka guci.
Makan keluarlah semua penyakit, kesulitan, dan kesengsaraan dengan satu-satunya yang tersisa dalam guci adalah harapan. Menurut Hesiod, moral dari cerita Pandora adalah bahwa tidak ada siapapun yang bisa menghalangi kehendak Zeus.[]

Artikel Asli klik di sini

Artikel Asli klik di sini





Aphrodite (Venus dalam mitologi Romawi) dikenal sebagai dewi cinta Yunani dan merupakan salah satu dari dua belas dewa dan dewi yang tinggal di Gunung Olympus.
Aphrodite juga dianggap sebagai dewi hasrat seksual, erotisme, dan kekuatan perempuan. Asal-usul Aphrodite kemungkinan berakar pada dewi Semit yang bernama Ishtar atau Astarte. Pemujaan Aphrodite diduga diawali oleh orang-orang Fenisia di Yunani.
Banyak ahli yang mempelajari munculnya dewa dan dewi Yunani menunjukkan bahwa suku-suku nomaden dan para penakluk cenderung membawa kepercayaan mereka ke daerah baru dan kemudian menghubungkannya dengan dewa lokal. Hanya saja, kecenderungan ini tidak berlaku untuk Aphrodite yang kemungkinan diserap langsung dari Ishtar/Astarte ke dalam kepercayaan Yunani kuno.
Hubungan Aphrodite dengan Zeus sebagai penguasa Gunung Olympus adalah sebagai bibi. Sementara Zeus adalah anak Cronus, Aphrodite merupakan putri Uranus. Dia dikatakan muncul dari busa di laut.
Hal ini membuat Aphrodite agak unggul atau setidaknya berdiri sama tinggi dengan Zeus, meskipun sang dewi menyerahkan semua kekuasaan kepada Zeus. Aphrodite dikisahkan tidak ragu-ragu mengabaikan pernikahannya dengan Hephaestus, dewa pandai besi yang juga merupakan saudara Zeus.
Bahkan, Aphrodite tetap teguh meneruskan kisah percintaannya dengan Ares sang dewa perang. Dalam suatu babak, Hephaestus akhirnya mengetahui perselingkuhan keduanya dan menciptakan perangkap jaring untuk menangkap dua kekasih tersebut.
Dalam mitologi Yunani, Aphrodite sering dipandang sebagai pribadi tak terduga, mirip dengan hasrat cinta yang juga sulit diterka. Dia dipandang sebagai pemicu Perang Troya. Sebelum perang terjadi, Aphrodite bersaing dengan Hera dan Athena untuk menjadi dewi paling adil, dengan Paris bertindak sebagai juri.
Aphrodite menjanjikan Paris cinta dari wanita paling cantik di dunia. Sayangnya, wanita tersebut adalah Helen yang sudah menikah yang kemudian memicu Perang Troya.
Anda akan menemukan banyak penggambaran Aphrodite dalam seni modern dan kuno. Penggambaran yang mungkin paling dikenal adalah karya Botticelli pada abad ke-15 berjudul “The Birth of Venus”. Pada karya ini Aphrodite digambarkan muncul dari laut pada kerang terbuka dengan tanpa mengenakan busana.[]

Artikel Asli klik di sini