Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2022

Tadi malam tanggal 28 April 2022, kembali kambuh rasa sedih dan benci. Rasa marah yang amat dalam karena ke-trigger sesuatu.

Hubungan yang kami jalani setahun lebih sudah berakhir 2 bulan yang lalu. Saat ini pemicu terbesar kambuhnya rasa marah dan benci adalah itu. Melihat orangnya atau mendengar suaranya sudah cukup untuk bikin naik pitam. Seperti belum bisa menerima mengapa saya pantas diperlakukan demikian.

Tadi malam saya nangis, benar-benar nangis bilang ke Allah gini, "Ya Allah, saya capek sedih dan marah terus. Saya ingin punya hati yang bersih, yang ikhlas memaafkan. Saya ingin menjalani hidup yang tenang. Saya ingin jadi pribadi yang baik hatinya, selalu ceria, lemah lembut, yang kehadirannya menyejukkan."

Di saat sedang memohon seperti itu, tiba-tiba saya teringat sebuah karakter perempuan fiksi di novel wattpad. Saya lupa judulnya.

Setelah ingat itu, saya mulai berhenti nangisnya.

Terus tiba-tiba hati saya jadi plong dan berucap gini "ya Allah, maafkan orang-orang yang sudah menyakiti saya, bikin saya sedih dan marah. ya Allah maafkan saya juga yang pernah menyakiti orang lain. Malam ini saya ingin tidur dengan hati yang bersih dan ringan, tidak ada kerikil yang terus menggores. Bismillah ya Allah, saya memaafkan kesalahan mereka. ya Allah, bantu saya untuk jadi orang baik. Apabila tidak ada yang menyayangi, setidaknya Engkau yang menyayangi."

Akhirnya setelah sekian lama, saya merasakan ketenangan.
Bangun tidur rasanya ceria dan hati ringan.


Note to myself:
Harus selalu baik ya sama siapa pun. Harus senyum, ceria, lemah lembut.
Tidak ada telat untuk berubah ke kebaikan. Jangan merasa telat ya.


Tangerang Selatan, 29 April 2022


Sabtu, 04 Agustus 2018

 

 
crying in the middle of the night.
I'm keeping secret.
That hurts me everytime.
maybe it's better this way.


sering banget setiap suka sama cowok bertepuk sebelah tangan. gua yakin kesalahan emang dari diri sendiri yg jelek (sifat maupun rupa). tapi selama ini gua udah jadi diri sendiri saat bergaul. nggak yg mentang2 main sama cowok2 terus jaim sok princess gitu, ga biasa aja. gua ga takut nunjukin kejelekan gua yg agak tempramen dan ga sabaran, gua jarang make-up, main kadang muka polos aja, paling lipbalm sama lipstik tipis biar ga pucet sama bedak tabur. terkesan cuek dan ga merhatiin penampilan bgt, dan gua pun kalo main kadang pake baju yg kucel abis -___-.. ya tapi itulah gua, mau gimana lagi..

gua tau salah, gimana mau ada yg suka kalo cewek begitu?... :"(

kalo gua mau, gua bisa always full make-up, nunjukin sisi yg bagus2 walau maksain. pake baju branded bagus, sok jaim manjah, lemah gemulai bagai putri raja. tapi ga bisa.. itu bukan diri gua. berarti gua jadi orang lain dong kalo mau dicintain? 


tapi ada tujuannya gua begitu. gua pengen mereka tau gua seperti apa. dan ga kaget ketika menjalani hubungan asmara sama gua suatu hari nanti. gua ga mau jadi yg full make-up, sok princess gitu, lalu cowok gua nanti kaget pas ngeliat gua tanpa make-up, atau shock sama tempramen gua. penuh kepalsuan sekali.


gua pengen yg jatuh cinta sama gua apa adanya, dia udah ngeliat kejelekan gua dan masih tetep menjatuhkan hatinya. orang yg kayak gitu "deserve the world. I would love him with all my heart and promise to always make him happy". tapi sedih sih, belom keliatan tanda2nya, siapa :").. gua selalu berdoa sama Allah minta yg terbaik. dan yakin Allah pasti mengabulkan.

saat ini emang lagi suka sama cowok, tapi dia sukanya sama orang lain. yaudah mau gimana? ga bisa dipaksain kan? cuma ngambil keputusan untuk ngelepasin. sekarang gua ga mau bikin hati lelah gara2 ini. prinsip gua sekarang "just let go if it isn't mutual". lepasin aja kalo perasaan lu ga terbalaskan. cinta sebelah pihak yg ada cuma sakit. sedangkan cinta seharusnya membuat bahagia. cinta seharusnya "mutual atau saling". antara dua sejoli mereka harus "take and give". 


kalo lu bertepuk sebelah tangan, lu hanya "give and give" ga ada sesuatu yg lu "take" dari doi karena dia ga memiliki perasaan cinta yg membuatnya berkeinginan untuk "give" ke lu. Naif dan bullshit banget kalo lu ga mengharapkan apa2 dari doi. mungkin di awal lu bilang gitu. liat aja kedepannya. makan hati lama2. dan itu bukan hubungan yg sehat.
gua terkesan sotoy banget ya, padahal ga berpengalaman sama cinta hehehe. tapi gua ngeliat dari orang lain, gua mengobservasi (anjir ngomong apaan gua wkwk). apa lagi orang lain itu deket sama gua, orang tua.



Kamis, 20 Juli 2017



Nggak, kali ini bukan gua yang membuang perasaan ini. Tapi cowok itu sendiri yang membuat gua melakukannya. Syukurlah, Allah udah ngasih tau sifatnya kayak gimana. Allah udah nunjukin kalo gua jatuh hati sama orang yang nggak tepat. Jadinya rasa itu nggak tumbuh semakin besar. Allah Maha Baik

            Rencana Allah memang yang terbaik.

            Duh, sumpah gua kok bisa bodoh banget gini ya? Terlalu baper!
Diperhatiin dikit langsung baper dan berbunga. Duh haduh kalo inget malu, jijik wkwk. Ini juga pelajaran banget buat gua biar nggak gampang jatuh hati sama cowok kalo nggak mau sakit hati. Nggak sakit hati si sebenernya, cuma merasa bodoh aja.

            Diri kalian terlalu bagus untuk dihancurin orang lain, girls! Apa lagi sama cowok, cih.

            Gua nulis kayak gini seolah-olah benci banget ya sama cowok hahaha. Nggak lah! nggak benci. Gua juga butuh cowok kok dalam hidup. Cuma dari situ gua jadi tau mana yang berharga dan mana yang pantes diludahin hahaha. Jahat ya gua!

            Tapi gini ya, semua tau perempuan itu perasaannya halus, mudah tersakiti, mudah dibuat senang juga. Dan ketika seorang perempuan diberi perhatian lebih, diperlakukan baik dan manis, dilindungi, dibuat seperti she’s the only one, dan lain-lain. Gimana nggak mau baper cewek? Untuk apa cowok melakukan semua hal itu kalo nggak ada perasaan sama cewek?

            Aaaah STOP! Iya iya gua tau! Kasus ini cewek yang salah. Terlalu mudah diambil hatinya. Terlalu mudah terbawa perasaanya. Ini salah cewek! Ceweknya yang labil, yang lemah.

            Dan kalian! hey para cowok, lelaki, pria. Saat kalian berhasil mendapatkan hati cewek incaran kalian, lalu kalian merasa berhasil? Lantas mengabaikan perasaan cewek yang udah terlanjur baper? Saat si cewek udah terlanjur baper, kalian lepasin gitu aja? Biar apa? Biar kalian seneng? Biar kalian merasa laku? OEMJI...!! I CAN’T BELIEVE THIS AND I CAN’T TAKE THIS!

            Ya jujur, gua marah. Yang kayak gitu tuh bukan permainan. Di dunia ini mainan ada banyak, tapi kenapa milih mainin perasaan? Mendingan main Assassin’s Creed aja ketauan seru atau Mobile Legends.


            Ya semoga Allah mengampuni dosa-dosa kalian.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Sabtu, 08 Juli 2017




Yang hanya bisa mencintai diam-diam, yang hanya bisa mencintai dalam hati. Terlalu takut untuk mengungkapkan, terlalu takut yang diharapkan tak sesuai kenyataan. Hingga yang dilakukan hanya menatapnya dari jauh diam-diam, mendoakan kebahagiaan dan keselamatannya.

Begini saja cukup, dekat sebagai teman. Terlalu mustahil berharap lebih dari teman. Rasa ingin memiliki, cemburu, kehilangan, sangat manusiawi.

Hallo Kamu..

Ini adalah perasaan (yang seharusnya tidak terjadi) yang tersimpan begitu lama. Terlalu takut untuk mengungkapkan, terlalu mustahil mengharapkanmu lebih dari teman. Perasaan wajar yang muncul antara manusia.

Aku mulai membuang perasaan berlebihku. Tapi nyatanya, perasaan berlebih itu tidak benar-benar terbuang. Perasaan yang akan selalu ada. Perasaan yang hanya memudar karena jarang bertemu, namun menguat saat bertemu.

Aku lupa sejak kapan menyimpan perasaan ini. Melihatmu mencintai wanita lain aku kebal, terlalu sering hingga indera untuk merasakan sakit telah mati rasa. Aku adalah bunglon, nyaru, pandai bersembunyi, menyembunyikan perasaan.

Ngomong-ngomong...

Aku selalu ingin jadi cantik agar kau melihatku. Bagaimana kau menyukai para wanita cantik. Aku selalu ingin jadi menarik di matamu. Menjadi cantik hanya untuk dilihatmu adalah sebuah siksaan bagiku. Secantik apa pun aku nanti, kau mungkin tetap menganggapku tak lebih dari teman.

Tak usah takut! Aku telah membatasi diri. Membatasi peranku di kehidupanmu, dan takkan meminta apa pun darimu. You are my friend, but I love you more than friend.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jumat, 07 Juli 2017

Gendut Emang Nggak Cantik Ya?



Hampir semua wanita menginginkan tubuh langsing indah. Rela diet ketat dan menghabiskan jutaan Rupiah guna mendukung kesuksesan dietnya. Kenapa pengen langsing? Pasti kebanyakan mereka beralasan agar terlihat cantik, sexy, dan tentunya untuk memikat kaum lelaki. Dan sisanya karena alasan kesehatan.

Lha terus, emang kalo gendut nggak cantik, sexy dan memikat gitu? Udah susah si ya..!! stereotip kita udah dipengaruhi oleh media. Pikiran kita udah didoktrin media bahwa definisi cantik itu harus yang bertubuh indah nan langsing.

Di jaman yang udah modern kayak gini, dimana makanan berevolusi menjadi makin enak, murah, mudah didapat, dan banyak, akibatnya banyak penduduk naik berat badannya. Sadarkah kalian bahwa memakan makanan enak adalah salah satu cara menikmati hidup? dan kalian nggak bisa menikmati itu karena alasan diet demi tubuh yang indah?

Cewek emang serba salah ya!

Nah itu untuk orang yang gendut akibat pola makan salah. Terus untuk orang gendut yang keturunan? Yang udah gendut dari kecil? Yang mau makan singkong rebus atau ayam KFC tetep aja akan gendut gendut juga? Kalo bisa milih, semua orang juga pengen bertubuh indah. Tapi kalo gitu jadinya, dunia ini nggak asik dong! Karena kita semua akan terlihat sama.

Gendut itu unik! Menurut ke-sotoy-an gua, jumlah orang berbadan ideal itu jauh lebih banyak dari jumlah orang gendut di dunia. Di setiap negara pasti ada yang gendut, dan keberadaan orang gendut itu yang membuat kita semua berbeda, bermacam bentuk.

Nah, balik lagi ke masalah emangnya gendut nggak cantik ya?

Gua akan sedikit cerita pengalaman pribadi. You know what guys? Gua cewek usia 21 tahun, tinggi 155 cm dengan berat 69 kg, dan kalian tau BMI gua berapa? 28,72 dengan keterangan overweight. Shit -____- BMI normal untuk wanita adalah 18,6 – 25,0.

Dengan tubuh gua yang gemuk ini, gua selalu merasa minder, nggak pede, membenci diri sendiri, membenci cermin, membenci kamera, pokoknya benci dengan pantulan diri sendiri. Tapi mau gimana lagi, inilah tubuh yang Allah kasih, dan gua menjalani hidup setiap hari dengan tubuh ini. Ya gua harus menerimanya. Ada pepatah bilang Accept what you can’t change, or change what you can’t accept. Gua gemuk dan ga bisa diet, berarti gua harus menerimanya. Atau Gua gemuk dan ga bisa menerimanya, berarti gua harus diet. Begitulah kalo dimaknakan.


Belom lama ini gua foto studio sama temen-temen tercinta gua. Gua udah wanti-wanti nih mau foto studio, dan gua nggak mau terlihat gendut banget di foto -____- alhasil lumayan pas hari H gua berhasil menghilangkan 2 kg dengan berpuasa (emang lagi puasa ramadhan waktu itu. hehehe)


Jepretan pertama, shit gua sama sekali nggak nyaman sama diri sendiri. Nggak mau pose aneh-aneh takut guanya jelek. Sebisa mungkin nutupin bodi gua yang terlihat besar ini. Tapi..... gua mencoba mantapkan hati gua. Gua harus pede! Karena gua percaya, ketika gua pede maka guanya akan terlihat bagus.


Dan kalian tau guys? Bener..!! ternyata hasil fotonya bagus-bagus..!! (ya iyalah foto studio masa nggak bagus wkwkw). Bukan, maksud gua bagus dalam artian, ya gua pede saat pemotretan, gua percaya hasilnya bagus, gua percaya kalo gua cantik, gua percaya kalo gua menarik, dan itu semua terwujud guys! Liat nih fotonya di bawah.. (btw, gua paling kiri kerudung item)


Nggak kalah cantik kan sama temen-temen cewek gua yang laennya? Hehehe (yang penting pede)




Hayo siapa yang masih nganggep gua nggak cantik? Sini gua senyumin biar jatuh cinta lu wkwkwk

Kekuatan pikiran itu emang dahsyat menurut gua. Saat kita yakin, kita pede, maka tanpa kita sadari aura positif akan mendorong kita untuk memberikan yang terbaik, membuat kita jadi maksimal, dan hasilnya pun juga akan maksimal.


       Semua wanita itu cantik. Mau apa pun ukurannya, mau apa pun warna kulit dan rambutnya. Jangan remehkan wanita gendut! Walau tubuhnya tak seindah model, sesungguhnya dia lebih enak dipeluk dari pada yang kurus. Pikiran positif bahwa diri kalian cantik cantik cantik dan cantik akan membuat kalian percaya diri. Saat kalian percaya diri, maka cantiklah kalian :)





Minggu, 14 Mei 2017

segelintir perasaan yang nggak bisa diutarakan lisan
14 Mei 2017


Devin Oliver (foto hanya ilustrasi untuk mendukung konten)

Aku ini tipe cewek yang sebenernya gampang suka sama cowok. Gampang banget suka, mulai dari aspek apapun, mau dari fisiknya, atau kebaikannya, atau kepintarannya, atau keahliannya, atau lain-lainnya. Aku gampang suka terus gampang juga lupa, setelah itu mikir, kenapa ya kok aku dulu sampe tergila-gila banget sama dia?


Aku juga heran sama diri sendiri, kok diriku aneh ya? misalnya aku tergila-gila sama Devin Oliver, ngecrush banget paling sekitar 6 bulan. Terus setelah itu bosen sendiri. Tapi nggak lama sekitar 6 bulanan atau setahun kemudian tergila-gila lagi sama Devin Oliver. Ya ampun..!!


Dan ini sering aku alami pas lagi suka sama cowok. Ngeliat orang baru ya kan, ih kok ganteng si, ih kok pinter si, dan akhirnya suka. Tapi nggak tahan lama. Bener sekitar 6 bulanan atau setahun deh, udah hilang interest gitu. Kalo hal ini beda lagi. Sebenernya aku yang memaksakan untuk menghilangkan perasaan suka itu, untuk mencegah supaya nggak bertepuk sebelah tangan, untungnya berhasil. Tapi beberapa bulan kemudian suka lagi sama cowok itu.

Pokoknya tuh dari SD sampe kerja harus ada cowok yang disukain , biar akunya semangat pergi. Tapi ya gitu! setiap suka sama cowok pasti bertepuk sebelah tangan. Tanpa menarik kesimpulan pun aku tau kalo cowok yang nggak tertarik sama cewek tuh kayak gimana. Huft


Satu hal si kayaknya yang aku dapet saat suka sama cowok. Jangan pernah bilang kalo kita suka sama dia. Karena ketika dia nggak punya perasaan yang sama terhadap kita, dia akan menghindar dan menjauh, itu sakit banget, nggak bohong! 


Aku juga orangnya introvert, gampang nyembunyiin perasaan, tapi ekspresif di depan orang-orang tertentu yang udah kenal luar dalem. Gimana rasanya nyembunyiin rasa cemburu, gimana rasanya nyembunyiin sesuatu di dalem dada yang mau meledak, gimana mulesnya saat disapa dia, gimana deg-degannya saat dia bales chat, aku bisa nyembunyiin perasaan itu dengan ekspresi muka datar dan acuh. 


Aku kayak bisa baca orang dari cara mereka bersikap. Tapi aku sebisa mungkin supaya orang nggak bisa ngebaca aku. Salah satunya aku sering bersikap berlawanan. Kayak gini, aku suka banget sama dia, pengen rasanya jalan bareng, dibonceng dan meluk dia dari belakang, tapi saat dia ngajak, aku selalu berkilah, saat boncengan aku duduk agak kebelakangan supaya tengah spacenya jauh dan nggak nyentuh punggung dia.


Duh, pokoknya hal percintaan aku nol banget.


Haruskah kita saat mencintai seseorang mengungkapkannya? Sanggupkah kita nanti akan penolakan? Apa yang harus dilakukan saat penolakan itu terjadi?


Jujur, aku cenderung menghindari sakit karena penolakan. Pertama dengan menganalisa apakah dia juga punya perasaan yang sama terhadap kita. Kalo nggak ada, aku mulai perlahan membuang perasaan itu. Karena kalo memang dia benar memiliki perasaan yang sama, kita nggak bakal merasa seperti ngejar kereta, nggak akan kekejar.


Kalo dia memiliki perasaan yang sama, itu ibarat kita diam di stasiun nunggu kereta (re: dia) lewat. Kereta yang ini pasti pintunya kebuka sendiri dan membiarkan kita masuk. Begitulah seharusnya cinta, nggak membiarkan satu pihak mengejar sendirian.


Aku nulis ini untuk kenang-kenangan pernah suka sama kamu. Mungkin beberapa tahun kemudian saat baca ulang ini, aku bakal ngakak, dan mikir kok bisa ya aku dulu tergila-gila sama kamu. Tulis inisial nama nggak ya? Hmm...


Kamis, 26 Januari 2017

sebuah Cerita Pendek dari Enggar Tyastiwi. M






Awal melihatnya, ah dia lumayan cantik, tapi aku tidak tertarik. Aku beranggapan begitu karena belum mengenalnya dekat. Awal minggu semester 1, ah dia sok sekali! pikirku. Aku beranggapan negatif lagi karena belum mengenalnya lebih jauh.

Akhir semester 2, hebat, dia berhasil membuatku membuka hati yang sudah lama aku kunci. Aneh bagiku, hanya berselang beberapa bulan dan dia berhasil masuk ke dalam hati yang terkunci. Apa dia yang selama ini memegang kuncinya?

Awal semester 3, rasanya perasaanku berkecamuk. Aku pikir aku satu-satunya, ternyata dia bisa membuka pintu hati pria-pria lain juga. Dia seperti tukang kunci, jenis pintu apa pun bisa dibukanya. Dia tidak salah, tidak pernah salah. Wanita selalu benar, aku yang salah terlalu mudah terbawa perasaan.

Akhir semester 4, dia mencoba kembali membuka hati yang sudah aku gembok rantai sekuatnya, dan hebat, dia berhasil masuk. Sekuat tenaga aku menahan agar dia tidak masuk. Namun dia tidak kehabisan akal, seolah bisa masuk dari celah lain. Aku seharusnya belajar dari pengalaman. Dia masuk bukan untuk tinggal, namun hanya singgah, singgah untuk minum dan istirahat dari pelariannya terhadap pria lain.

Pertengahan semester 5, di saat itu aku berharap waktu berjalan lambat. Beberapa bulan lagi memasuki semester 6 dan selanjutnya kami wisuda D3. Aku pecundang besar yang penakut. Terlalu takut untuk mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia singgah terlalu lama, dan aku ingin mengusirnya dari hatiku. Namun di sisi lain, aku berharap dia tidak pergi. Sejujurnya aku hanya takut dia malah akan berjalan masuk lebih dalam di hatiku.

Wisuda D3, dan dia sangat anggun mengenakan kebayanya. Membuat delusiku tersiar indah membayangkan dia akan seanggun itu nanti di pelaminan kami. Pengecut tetaplah pengecut! Selama ini aku menyangkal bahwa aku memiliki perasaan terhadapnya. Dan pecundang yang menolak kenyataan bahwa sebenarnya dia sudah lama pergi dari hatiku, namun aku yang membuat bayangnya seolah tetap tinggal. Selepas wisuda ini, entah apa aku masih bisa bertemu lagi dengannya.

**

5 tahun setelah wisuda dan aku tidak pernah melihatnya lagi. Aku akui merindukannya, sangat, sangat merindukannya. Aku masih mencari-cari jawaban atas ketidak-nyamanan yang selama ini aku rasakan. Dia hanya wanita biasa, mengapa meninggalkan perih yang luar biasa?

Sebulan lalu aku mendengar kabarnya dari kawan kampusku dulu. Awalnya aku tidak percaya apa yang aku dengar. Dan kini aku berkendara berkeliling di pinggir kota Dievorlo, mencari keberadaannya, keberadaan wanita itu. Aku tidak percaya dia menjadi PSK di pinggiran kota ini.

Perih! Andai wanita itu menikah denganku, aku berjanji akan membahagiakannya seumur hidup. Perih! Dia kotor, dan aku masih menyimpan perasaan ini terhadapnya. Bukan cinta jika kau tidak berkendara selama 5 hari dari rumah ke Dievorlo demi mencari Dia yang entah masih mengingatmu atau tidak. Mungkin laki-laki lain malah akan mencari perempuan lain yang lebih baik dari pada menunggunya.

Petang hari, Aku berhasil menemukannya di pinggir jalan dekat pom bensin menunggu pria hidung belang. Aku mengajaknya ngopi di Caffe. Dia duduk di hadapanku, masih sama seperti yang dulu, cantik, menyenangkan dan lembut.

Aku telah dewasa, tidak seharusnya menjadi pecundang terus menerus. Aku ceritakan semua padanya bagaimana aku telah menyimpan perasaan terhadapnya sejak awal melihatnya. Sejak akhir semester 2 aku sudah mencintainya, namun aku hanya bisa memendam dan menyangkal perasaanku sendiri.

Aku sudah mengira-ngira jawaban apa yang akan dia berikan. Dan dia meminta maaf juga berterima kasih padaku. Minta maaf karena tidak bisa membalas perasaanku, dan berterima kasih karena aku telah mencintainya. Aku tidak bodoh, itu adalah sebuah penolakkan yang tersirat. 

            Dan sebuah maaf terakhir darinya. Sebuah alasan besar yang mendasari keputusannya menolakku. “Aku kotor” jawabnya lirih. Aku tau itu, dan aku pun sakit mengetahuinya. “Aku berpenyakit, aku sudah terinfeksi” lanjutnya dengan air mata. Ya, aku tau itu, aku perih mendengarnya, terlalu kecewa untuk menerimanya.

            Jauh-jauh berkendara, sebenarnya tujuanku bukan untuk memintanya menikah denganku, ya awalnya memang itu. Namun setelah aku pikir berulang kali, aku tidak bisa, dia sudah kotor. Kecewa, sangat mengecewakan bagiku.

            Datang dari jauh, aku ingin memintanya untuk pergi dari hatiku, menutup pintu hatiku lalu menguncinya. Dan dia harus membuang kunci itu sejauh-jauhnya agar dia tidak bisa masuk lagi ke hatiku. Selama ini belum ada wanita lain yang berhasil masuk ke dalam hatiku karena masih ada dia di dalamnya beserta kuncinya.

            “Kunci apa maksudmu? Aku tidak mengerti!”. Jawabnya

            Ya, aku paham. Dia memang tidak pernah menggunakan kunci apapun untuk membuatku mencintainya. Itu hanya delusiku untuk menyangkal perasaanku sendiri terhadapnya. Ternyata aku yang memang diam-diam mencintainya dari kejauhan, dan dalam diam.

Tentang kunci itu ternyata tidak benar-benar ada, itu hanya delusiku. Ternyata dia memang sudah tinggal dihatiku sejak lama, bodohnya selama ini aku menyangkalnya. Dan semua sudah terlambat. “Aku mencintaimu, sejak dulu, sekarang, dan nanti”. Ucapku dalam hati dan berkendara pulang.


Sudah terlalu terlambat, dia sudah parah, penyakitnya sudah menjangkit. Beberapa hari setelah pertemuanku dengannya, dia dikabarkan meninggal dunia.




Jumat, 25 November 2016

Kisah Odysseus




Odysseus, yang juga dikenal sebagai Ulysses, adalah pahlawan dalam puisi epik Odyssey yang diatributkan sebagai karya penyair Homer. Odysseus juga memainkan peran penting dalam Iliad, yang juga merupakan puisi terkenal karya Homer.
Dijuluki sebagai Odysseus yang cerdik, tokoh ini dikenal karena kemampuannya meloloskan diri dari berbagai situasi sulit. Kisah Odysseus mengatasi berbagai masalah dalam perjalanan panjang sepulang dari Perang Troya merupakan salah satu plot utama dalam Odyssey.
Odysseus dikisahkan merupakan Raja Ithaca, sebuah wilayah di salah satu pulau Yunani. Terdapat beberapa perdebatan mengenai orangtuanya. Sebagian orang percaya bahwa Odysseus merupakan putra Laertes dan Anticlea.
Namun, dalam tragedi Iphigenia di Aulis, Sysiphus disebut sebagai ayahnya. Odysseus memiliki istri bernama Penelope dan mempunyai seorang putra bernama Telemachus.
Meskipun Odysseus menikah dengan Penelope, pada awalnya dia berusaha melamar sepupu Penelope, Helen of Troy. Helen dikenal karena memiliki kecantikan yang menakjubkan. Dia didekati begitu banyak pelamar hingga ayah Helen merasa khawatir para pelamar akan murka saat Helen memilih salah satu diantaranya.
Odysseus memecahkan masalah ini dengan mengharuskan setiap pelamar mengambil sumpah untuk membela suami yang dipilih Helen. Ketika semua pelamar, termasuk Odysseus, mengambil sumpah, Helen akhirnya memilih Menelaus.
Karena tidak berhasil mendapatkan Helen, Odysseus lantas memilih Penelope sebagai pasangannya. Penculikan Helen oleh Paris merupakan peristiwa yang memulai Perang Troya. Setelah penculikan, Menelaus meminta semua pelamar untuk membantunya merebut kembali Helen.
Para pelamar, termasuk Odysseus, datang untuk memenuhi janjinya dalam upaya menyelamatkan Helen. Saat menuju Perang Troya, Odysseus harus meninggalkan Penelope dan anaknya di Ithaca.
Odysseus adalah tokoh kunci dalam Perang Troya. Namun, kisah utama dalam Odyssey justru berkisar pada perjalanan pulang amat panjang yang harus dia tempuh sekembalinya dari Perang Troya.
Pada perjalanan pulang, Odysseus berkali-kali mengalami hambatan diantaranya berurusan dengan Cyclops yang mengerikan, anak buah yang dibius, penyihir wanita, dan perairan yang tidak aman.
Sesampainya di Ithaca, masalah tidak begitu saja selesai. Istrinya, Penelope, ternyata sudah dikelilingi pelamar yang ingin memperistrinya karena menyangka Odysseus telah tewas. Dengan menggunakan kecerdikannya, Odysseus berhasil melewati rintangan ini dan berkuasa lagi sebagai Raja Ithaca.[]

Kisah Penelope, Istri Odysseus




Dalam epik Odyssey karangan Homer, Penelope adalah istri Odysseus, karakter utama dalam kisah ini. Dikisahkan bahwa Penelope menunggu suaminya selama dua puluh tahun untuk kembali dari Perang Troya.
Penelope dan Odysseus memiliki seorang putra tunggal bernama Telemakus. Diceritakan bahwa selepas perang, Odysseus harus banyak menyimpang di sepanjang rutenya menuju pulang yang mengakibatkan penantian Penelope begitu lama.
Sementara suaminya pergi berperang dan menghadapi perjalanan yang sering berbahaya, Penelope menghadapi masalah sendiri di rumah.
Sementara menjadi penguasa seiring kepergian Odysseus, Penelope harus menghadapi banyak lelaki yang hendak melamarnya. Meskipun tidak memiliki cara untuk membuktikannya, Penelope percaya Odysseus masih hidup dan akan tiba di rumah suatu hari nanti.
Para pelamar percaya sebaliknya. Mereka tertarik untuk menikahi Penelope dan mengambil alih Ithaca yang merupakan kerajaan Odysseus. Penelope, bagaimanapun, tetap berusaha setia dan melakukan berbagai trik untuk menghindari kejaran para pelamar.
Dia setuju akan memilih salah satu pelamar menjadi suaminya ketika selesai menenun kain kafan untuk Laertes, ayah Odysseus. Penelope bekerja di alat tenunnya setiap hari. Tapi setiap malam dia membuang sebagian kafan sehingga pekerjaannya tidak pernah selesai.
Sayangnya, salah satu dari dua belas pelayan Penelope mengetahui trik tersebut dan mengungkapkannya kepada para pelamar. Penelope kemudian memutuskan untuk memberi sebuah tantangan kepada pelamar untuk kemudian memilih salah satunya sebagai suaminya.
Ketika tantangan sedang berlangsung, Odysseus telah kembali. Namun karena tidak yakin tentang kondisi Ithaca selama ditinggalkannya, Odysseus menyamar sebagai pengemis. Dikisahkan bahwa Odysseus yang menyamar juga mengikuti tantangan Penelope. Akhirnya, Odysseus berhasil memenangi tantangan dan identitasnya akhirnya diketahui.
Tak lama kemudian Odysseus kembali memperoleh tahta atas Ithaca yang lama dia tinggalkan. Meskipun secara tradisional Penelope dipandang sebagai sosok lambang kesetiaan, pembacaan kontemporer terhadap Odyssey menunjukkan dia mungkin memiliki sisi yang lebih kompleks.
Ada kemungkinan bahwa Penelope pernah mempertimbangkan menikahi salah satu pelamar dan bahkan menikmati usaha para pelamar.
Pada tahun 2005, Margaret Atwood menerbitkan buku The Penelopiad yang menceritakan kembali kehidupan Penelope.
Buku ini juga mengupas sebuah babak di akhir Odyssey di mana Odysseus menggantung dua belas pelayan yang tinggal bersama Penelope selama kepergiannya.
Penelopiad memunculkan pertanyaan menarik tentang Penelope. Bagaimana rasanya tinggal di sebuah rumah yang dikelilingi oleh pelamar sementara suaminya pergi selama dua dekade?
Apakah sulit menjadi sepupu Helen of Troy yang kecantikannya tidak bisa dilampaui? Dan apa yang sebenarnya terjadi dalam dua puluh tahun saat Penelope hidup sebagai seorang wanita tanpa suami?[]

Artikel Asli Klik Di Sini juga ini

Kamis, 24 November 2016

Artikel Asli klik di sini





Aphrodite (Venus dalam mitologi Romawi) dikenal sebagai dewi cinta Yunani dan merupakan salah satu dari dua belas dewa dan dewi yang tinggal di Gunung Olympus.
Aphrodite juga dianggap sebagai dewi hasrat seksual, erotisme, dan kekuatan perempuan. Asal-usul Aphrodite kemungkinan berakar pada dewi Semit yang bernama Ishtar atau Astarte. Pemujaan Aphrodite diduga diawali oleh orang-orang Fenisia di Yunani.
Banyak ahli yang mempelajari munculnya dewa dan dewi Yunani menunjukkan bahwa suku-suku nomaden dan para penakluk cenderung membawa kepercayaan mereka ke daerah baru dan kemudian menghubungkannya dengan dewa lokal. Hanya saja, kecenderungan ini tidak berlaku untuk Aphrodite yang kemungkinan diserap langsung dari Ishtar/Astarte ke dalam kepercayaan Yunani kuno.
Hubungan Aphrodite dengan Zeus sebagai penguasa Gunung Olympus adalah sebagai bibi. Sementara Zeus adalah anak Cronus, Aphrodite merupakan putri Uranus. Dia dikatakan muncul dari busa di laut.
Hal ini membuat Aphrodite agak unggul atau setidaknya berdiri sama tinggi dengan Zeus, meskipun sang dewi menyerahkan semua kekuasaan kepada Zeus. Aphrodite dikisahkan tidak ragu-ragu mengabaikan pernikahannya dengan Hephaestus, dewa pandai besi yang juga merupakan saudara Zeus.
Bahkan, Aphrodite tetap teguh meneruskan kisah percintaannya dengan Ares sang dewa perang. Dalam suatu babak, Hephaestus akhirnya mengetahui perselingkuhan keduanya dan menciptakan perangkap jaring untuk menangkap dua kekasih tersebut.
Dalam mitologi Yunani, Aphrodite sering dipandang sebagai pribadi tak terduga, mirip dengan hasrat cinta yang juga sulit diterka. Dia dipandang sebagai pemicu Perang Troya. Sebelum perang terjadi, Aphrodite bersaing dengan Hera dan Athena untuk menjadi dewi paling adil, dengan Paris bertindak sebagai juri.
Aphrodite menjanjikan Paris cinta dari wanita paling cantik di dunia. Sayangnya, wanita tersebut adalah Helen yang sudah menikah yang kemudian memicu Perang Troya.
Anda akan menemukan banyak penggambaran Aphrodite dalam seni modern dan kuno. Penggambaran yang mungkin paling dikenal adalah karya Botticelli pada abad ke-15 berjudul “The Birth of Venus”. Pada karya ini Aphrodite digambarkan muncul dari laut pada kerang terbuka dengan tanpa mengenakan busana.[]

Artikel Asli klik di sini

Minggu, 02 Oktober 2016

Ketampanan dan Kecantikan adalah hal yang abstrak, karena tidak bisa diukur. Kita tidak berhak mengatakan jika seseorang tidak tampan/cantik hanya karena dari wajah atau fisik. Sejatinya setiap orang punya keindahannya masing-masing, baik yang nampak maupun tersembunyi.

Namun di Jaman sekarang, sebutan "Jelek" sangat akrab di telinga. Hal apapun yang tidak mencapai standar "rasa" dari seseorang, seketika pasti disebut "jelek". Dan sebagian orang blak-blakkan mengatakan ketidak sukaannya itu langsung pada objek yang dia bilang "jelek".

Sebenarnya apa sih itu "Jelek"? Kenapa orang mudah sekali bilang "Jelek"?
Menurut KBBI, jelek adalah suatu hal yang tidak enak dipandang, buruk (tentang wajah), jahat (tentang sifat).

Nah, sekarang kita akan bahas tentang Jelek (wajah/fisik). Menurut kalian kenapa seseorang bisa dibilang jelek? Apa karena gendut/kurus? terlalu pendek/tinggi? wajahnya penuh jerawat dan minyak? alisnya botak? matanya jereng? giginya tonggos? kulitnya buluk?

Kita tidak berhak mengatakan "Jelek" pada seseorang hanya karena fisik. Jangan menghina fisik seseorang yang dia tidak bisa ubah. Sama saja kita menghina ciptaan Tuhan. Tanpa kalian sadari ketika memanggil seseorang dengan sebutan "Jelek" walaupun tau hanya bercanda, kita telah melukai hatinya. Mungkin yang diejek ikut tertawa, tapi kita tidak tau jika hatinya sakit. Kalau boleh memilih, setiap orang pasti ingin memiliki fisik yang sempurna.

Bagi beberapa orang bully-an seperti itu sangat berpengaruh pada kepribadian. Beberapa orang cenderung menarik diri dari pergaulan karena malu, dan juga tidak tahan dengan ejekkan. Ada juga yang minder karena merasa tidak selevel (rendah diri), merasa dirinya tidak cantik/tampan.

Kalian yang merasa dirinya jelek, jangan berkecil hati, jangan pernah minder. Selalu ada hal positifnya segala apa pun pemberian Tuhan. Berikut sebagian hal-hal positif menjadi jelek:



1. Tidak ada yang mengganggu (misalnya disiulin kang ojek, kuli, kang somay dan tukang-tukang lainnya)


cewek-cewek pasti pernah kalau lewat di depan pangkalan ojek disiulin, ya kan? atau pernah juga digodain tukang kuli bangunan pas lagi lewat? Itu karena kalian cukup menarik untuk mereka, makanya kalian digodain. Dan respon kalian pasti "ish apaan sih tu orang", ya kan?

Beda halnya jika orang jelek yang lewat. Aman tidak ada suara siulan sepanjang jalan menuju rumah. Karena tukang-tukang pun milih-milih mana yang enak digodain (biasanya yang seksi dan cantik).



2. Kita bisa tau, mana orang yang tulus atau tidak.




Nah ini yang paling penting! Kita bisa tau mana orang yang beneran tulus sayang. Misalnya cewek suka sama cowok cuma gara-gara ganteng, ketika ngeliat yang lebih ganteng pasti akan kepincut. Intinya, kita bisa menyeleksi orang-orang dari kekurangan yang kita miliki. Kita bisa melihat siapa saja yang tetap tinggal di hidup kita dan mana yang pergi. Orang yang tulus, tidak akan pergi hanya karena fisik/wajah yang jelek.



3. Melatih Kesabaran




Intinya jadi orang jelek itu sangat melatih kesabaran. Dihina-hina, dikata-katain, diejek tetap aja sabar. Mau gimana lagi? Mau marah tapi emang kenyataan dirimu jelek. Mau nangis malu udah gede. Ya pada akhirnya malah ikut menertawakan hinaan orang pada diri sendiri. Walaupun sakit ya tetap sabar. Salah satu ladang menambah pahala kalau berhasil sabar.



4. Salah satu cara untuk mensyukuri pemberian Tuhan




Duh, gue gendut banget ya. Duh item banget si.
Pasti nggak sedikit dari kita sering mengeluhkan tentang fisik yang entah mengapa menurut kita jelek. Udah perawatan sana-sini, pake produk ini-itu, tetep aja buluk item, tetep aja gendut. Kenapa? nggak nyaman sama diri sendiri? nggak pede karena gendut/item atau sebagainya?

Hey Guys, cara mengatasinya yaitu Bersyukur. Dengan bersyukur, kita jadi bisa menerima diri kita apa adanya. Percaya, orang nggak ada yang sempurna. Semua punya kelebihan dan kekurangan. Ketika kita bisa menerima diri kita, kita akan lebih percaya diri. Dan kita juga mendapat pahala.

omongan orang memang jahat, gapapa didengerin, tapi udah abis itu lupain. Orang yang bilang kamu "jelek", sesungguhnya merekalah yang jelek (sifatnya).



5. Karena kekuranganmu, kamu lebih termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik




Kamu tau nggak ada yang bisa dibanggain dari fisik kamu. Makanya beberapa orang yang merasa dirinya jelek, mereka tau mereka jelek, jadi mereka berusaha membuat sesuatu yang bagus di diri mereka. Entah itu berprestasi, rajin ibadah, baik hati, atau bekerja lebih giat. Karena mereka tau dunia itu terlalu kejam untuk mengandalkan kemolekkan fisik.



6. Orang jelek belum tentu nasibnya jelek




Yang belum lama hits di sosmed yaitu cowok ganteng berpacaran sama cewek biasa. Bahkan ada yang mengomentari di instagramnya bahwa pacar si cowok itu jelek. 



DO YOU SEE THAT, GUYS? ngaak usah dijelasin lagi ya. Hihihi



7. kamu tidak menjadi bahan rebutan orang




Orang ganteng/cantik pasti banyak direbutin. Nggak jarang para kompetitor saling sikut-sikutan buat ngedapetin doi. Kalo mereka frontal cenderung brutal dalam menyikut kompetitor lain, ini bahaya. Dan kamu bangga jadi bahan rebutan? pikir-pikir lagi deh ya..!!

Beda sama orang jelek, walaupun nggak ada yang ngerebutin nggak jadi masalah. Masalah jodoh udah diatur Tuhan. Jadi pribadi yang baik aja, nanti Tuhan juga akan memberikan jodoh yang baik.



8. You're not ugly, You're just poor!




Nah ini nih!! Di dunia ini tuh nggak ada yang jelek. Yang ada itu kere, bokek. Coba kalian banyak duit? Kulit item tinggal suntik putih. Badan gembrot bisa sedot lemak, minum serbuk pelangsing yang harnganya sampe jutaan. Baju gembel tinggal beli yang baru. Mau cantik tinggal pakai makeup, malah ada yang operasi plastik.



Kesimpulannya,
Apapun dan bagaimanapun rupa atau fisik kalian, tetap syukuri, jadi diri sendiri apa adanya. Belajar dan bekerja yang giat untuk menaikkan derajatmu, serta jangan lupa mengingat Yang Maha Kuasa. Sesungguhnya kecantikan fisik itu bisa dipoles, dan semua orang bisa melakukan itu. Tapi kecantikan hati dan kepribadian, tidak semua orang punya.


Penulis: enggar tyastiwi 

See You Next Time, Guys :D
Thank You, Bye