Tampilkan postingan dengan label cantik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cantik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juli 2017

Gendut Emang Nggak Cantik Ya?



Hampir semua wanita menginginkan tubuh langsing indah. Rela diet ketat dan menghabiskan jutaan Rupiah guna mendukung kesuksesan dietnya. Kenapa pengen langsing? Pasti kebanyakan mereka beralasan agar terlihat cantik, sexy, dan tentunya untuk memikat kaum lelaki. Dan sisanya karena alasan kesehatan.

Lha terus, emang kalo gendut nggak cantik, sexy dan memikat gitu? Udah susah si ya..!! stereotip kita udah dipengaruhi oleh media. Pikiran kita udah didoktrin media bahwa definisi cantik itu harus yang bertubuh indah nan langsing.

Di jaman yang udah modern kayak gini, dimana makanan berevolusi menjadi makin enak, murah, mudah didapat, dan banyak, akibatnya banyak penduduk naik berat badannya. Sadarkah kalian bahwa memakan makanan enak adalah salah satu cara menikmati hidup? dan kalian nggak bisa menikmati itu karena alasan diet demi tubuh yang indah?

Cewek emang serba salah ya!

Nah itu untuk orang yang gendut akibat pola makan salah. Terus untuk orang gendut yang keturunan? Yang udah gendut dari kecil? Yang mau makan singkong rebus atau ayam KFC tetep aja akan gendut gendut juga? Kalo bisa milih, semua orang juga pengen bertubuh indah. Tapi kalo gitu jadinya, dunia ini nggak asik dong! Karena kita semua akan terlihat sama.

Gendut itu unik! Menurut ke-sotoy-an gua, jumlah orang berbadan ideal itu jauh lebih banyak dari jumlah orang gendut di dunia. Di setiap negara pasti ada yang gendut, dan keberadaan orang gendut itu yang membuat kita semua berbeda, bermacam bentuk.

Nah, balik lagi ke masalah emangnya gendut nggak cantik ya?

Gua akan sedikit cerita pengalaman pribadi. You know what guys? Gua cewek usia 21 tahun, tinggi 155 cm dengan berat 69 kg, dan kalian tau BMI gua berapa? 28,72 dengan keterangan overweight. Shit -____- BMI normal untuk wanita adalah 18,6 – 25,0.

Dengan tubuh gua yang gemuk ini, gua selalu merasa minder, nggak pede, membenci diri sendiri, membenci cermin, membenci kamera, pokoknya benci dengan pantulan diri sendiri. Tapi mau gimana lagi, inilah tubuh yang Allah kasih, dan gua menjalani hidup setiap hari dengan tubuh ini. Ya gua harus menerimanya. Ada pepatah bilang Accept what you can’t change, or change what you can’t accept. Gua gemuk dan ga bisa diet, berarti gua harus menerimanya. Atau Gua gemuk dan ga bisa menerimanya, berarti gua harus diet. Begitulah kalo dimaknakan.


Belom lama ini gua foto studio sama temen-temen tercinta gua. Gua udah wanti-wanti nih mau foto studio, dan gua nggak mau terlihat gendut banget di foto -____- alhasil lumayan pas hari H gua berhasil menghilangkan 2 kg dengan berpuasa (emang lagi puasa ramadhan waktu itu. hehehe)


Jepretan pertama, shit gua sama sekali nggak nyaman sama diri sendiri. Nggak mau pose aneh-aneh takut guanya jelek. Sebisa mungkin nutupin bodi gua yang terlihat besar ini. Tapi..... gua mencoba mantapkan hati gua. Gua harus pede! Karena gua percaya, ketika gua pede maka guanya akan terlihat bagus.


Dan kalian tau guys? Bener..!! ternyata hasil fotonya bagus-bagus..!! (ya iyalah foto studio masa nggak bagus wkwkw). Bukan, maksud gua bagus dalam artian, ya gua pede saat pemotretan, gua percaya hasilnya bagus, gua percaya kalo gua cantik, gua percaya kalo gua menarik, dan itu semua terwujud guys! Liat nih fotonya di bawah.. (btw, gua paling kiri kerudung item)


Nggak kalah cantik kan sama temen-temen cewek gua yang laennya? Hehehe (yang penting pede)




Hayo siapa yang masih nganggep gua nggak cantik? Sini gua senyumin biar jatuh cinta lu wkwkwk

Kekuatan pikiran itu emang dahsyat menurut gua. Saat kita yakin, kita pede, maka tanpa kita sadari aura positif akan mendorong kita untuk memberikan yang terbaik, membuat kita jadi maksimal, dan hasilnya pun juga akan maksimal.


       Semua wanita itu cantik. Mau apa pun ukurannya, mau apa pun warna kulit dan rambutnya. Jangan remehkan wanita gendut! Walau tubuhnya tak seindah model, sesungguhnya dia lebih enak dipeluk dari pada yang kurus. Pikiran positif bahwa diri kalian cantik cantik cantik dan cantik akan membuat kalian percaya diri. Saat kalian percaya diri, maka cantiklah kalian :)





Minggu, 02 Oktober 2016

Ketampanan dan Kecantikan adalah hal yang abstrak, karena tidak bisa diukur. Kita tidak berhak mengatakan jika seseorang tidak tampan/cantik hanya karena dari wajah atau fisik. Sejatinya setiap orang punya keindahannya masing-masing, baik yang nampak maupun tersembunyi.

Namun di Jaman sekarang, sebutan "Jelek" sangat akrab di telinga. Hal apapun yang tidak mencapai standar "rasa" dari seseorang, seketika pasti disebut "jelek". Dan sebagian orang blak-blakkan mengatakan ketidak sukaannya itu langsung pada objek yang dia bilang "jelek".

Sebenarnya apa sih itu "Jelek"? Kenapa orang mudah sekali bilang "Jelek"?
Menurut KBBI, jelek adalah suatu hal yang tidak enak dipandang, buruk (tentang wajah), jahat (tentang sifat).

Nah, sekarang kita akan bahas tentang Jelek (wajah/fisik). Menurut kalian kenapa seseorang bisa dibilang jelek? Apa karena gendut/kurus? terlalu pendek/tinggi? wajahnya penuh jerawat dan minyak? alisnya botak? matanya jereng? giginya tonggos? kulitnya buluk?

Kita tidak berhak mengatakan "Jelek" pada seseorang hanya karena fisik. Jangan menghina fisik seseorang yang dia tidak bisa ubah. Sama saja kita menghina ciptaan Tuhan. Tanpa kalian sadari ketika memanggil seseorang dengan sebutan "Jelek" walaupun tau hanya bercanda, kita telah melukai hatinya. Mungkin yang diejek ikut tertawa, tapi kita tidak tau jika hatinya sakit. Kalau boleh memilih, setiap orang pasti ingin memiliki fisik yang sempurna.

Bagi beberapa orang bully-an seperti itu sangat berpengaruh pada kepribadian. Beberapa orang cenderung menarik diri dari pergaulan karena malu, dan juga tidak tahan dengan ejekkan. Ada juga yang minder karena merasa tidak selevel (rendah diri), merasa dirinya tidak cantik/tampan.

Kalian yang merasa dirinya jelek, jangan berkecil hati, jangan pernah minder. Selalu ada hal positifnya segala apa pun pemberian Tuhan. Berikut sebagian hal-hal positif menjadi jelek:



1. Tidak ada yang mengganggu (misalnya disiulin kang ojek, kuli, kang somay dan tukang-tukang lainnya)


cewek-cewek pasti pernah kalau lewat di depan pangkalan ojek disiulin, ya kan? atau pernah juga digodain tukang kuli bangunan pas lagi lewat? Itu karena kalian cukup menarik untuk mereka, makanya kalian digodain. Dan respon kalian pasti "ish apaan sih tu orang", ya kan?

Beda halnya jika orang jelek yang lewat. Aman tidak ada suara siulan sepanjang jalan menuju rumah. Karena tukang-tukang pun milih-milih mana yang enak digodain (biasanya yang seksi dan cantik).



2. Kita bisa tau, mana orang yang tulus atau tidak.




Nah ini yang paling penting! Kita bisa tau mana orang yang beneran tulus sayang. Misalnya cewek suka sama cowok cuma gara-gara ganteng, ketika ngeliat yang lebih ganteng pasti akan kepincut. Intinya, kita bisa menyeleksi orang-orang dari kekurangan yang kita miliki. Kita bisa melihat siapa saja yang tetap tinggal di hidup kita dan mana yang pergi. Orang yang tulus, tidak akan pergi hanya karena fisik/wajah yang jelek.



3. Melatih Kesabaran




Intinya jadi orang jelek itu sangat melatih kesabaran. Dihina-hina, dikata-katain, diejek tetap aja sabar. Mau gimana lagi? Mau marah tapi emang kenyataan dirimu jelek. Mau nangis malu udah gede. Ya pada akhirnya malah ikut menertawakan hinaan orang pada diri sendiri. Walaupun sakit ya tetap sabar. Salah satu ladang menambah pahala kalau berhasil sabar.



4. Salah satu cara untuk mensyukuri pemberian Tuhan




Duh, gue gendut banget ya. Duh item banget si.
Pasti nggak sedikit dari kita sering mengeluhkan tentang fisik yang entah mengapa menurut kita jelek. Udah perawatan sana-sini, pake produk ini-itu, tetep aja buluk item, tetep aja gendut. Kenapa? nggak nyaman sama diri sendiri? nggak pede karena gendut/item atau sebagainya?

Hey Guys, cara mengatasinya yaitu Bersyukur. Dengan bersyukur, kita jadi bisa menerima diri kita apa adanya. Percaya, orang nggak ada yang sempurna. Semua punya kelebihan dan kekurangan. Ketika kita bisa menerima diri kita, kita akan lebih percaya diri. Dan kita juga mendapat pahala.

omongan orang memang jahat, gapapa didengerin, tapi udah abis itu lupain. Orang yang bilang kamu "jelek", sesungguhnya merekalah yang jelek (sifatnya).



5. Karena kekuranganmu, kamu lebih termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik




Kamu tau nggak ada yang bisa dibanggain dari fisik kamu. Makanya beberapa orang yang merasa dirinya jelek, mereka tau mereka jelek, jadi mereka berusaha membuat sesuatu yang bagus di diri mereka. Entah itu berprestasi, rajin ibadah, baik hati, atau bekerja lebih giat. Karena mereka tau dunia itu terlalu kejam untuk mengandalkan kemolekkan fisik.



6. Orang jelek belum tentu nasibnya jelek




Yang belum lama hits di sosmed yaitu cowok ganteng berpacaran sama cewek biasa. Bahkan ada yang mengomentari di instagramnya bahwa pacar si cowok itu jelek. 



DO YOU SEE THAT, GUYS? ngaak usah dijelasin lagi ya. Hihihi



7. kamu tidak menjadi bahan rebutan orang




Orang ganteng/cantik pasti banyak direbutin. Nggak jarang para kompetitor saling sikut-sikutan buat ngedapetin doi. Kalo mereka frontal cenderung brutal dalam menyikut kompetitor lain, ini bahaya. Dan kamu bangga jadi bahan rebutan? pikir-pikir lagi deh ya..!!

Beda sama orang jelek, walaupun nggak ada yang ngerebutin nggak jadi masalah. Masalah jodoh udah diatur Tuhan. Jadi pribadi yang baik aja, nanti Tuhan juga akan memberikan jodoh yang baik.



8. You're not ugly, You're just poor!




Nah ini nih!! Di dunia ini tuh nggak ada yang jelek. Yang ada itu kere, bokek. Coba kalian banyak duit? Kulit item tinggal suntik putih. Badan gembrot bisa sedot lemak, minum serbuk pelangsing yang harnganya sampe jutaan. Baju gembel tinggal beli yang baru. Mau cantik tinggal pakai makeup, malah ada yang operasi plastik.



Kesimpulannya,
Apapun dan bagaimanapun rupa atau fisik kalian, tetap syukuri, jadi diri sendiri apa adanya. Belajar dan bekerja yang giat untuk menaikkan derajatmu, serta jangan lupa mengingat Yang Maha Kuasa. Sesungguhnya kecantikan fisik itu bisa dipoles, dan semua orang bisa melakukan itu. Tapi kecantikan hati dan kepribadian, tidak semua orang punya.


Penulis: enggar tyastiwi 

See You Next Time, Guys :D
Thank You, Bye


Jumat, 09 September 2016


Semua Wanita itu Cantik



Sekarang standar cantik seorang perempuan seolah mengerucut pada 1 pola. Dimana hal utamanya adalah kecantikan fisik. Tubuh yang langsing, kulit putih mulus, rambut indah, make-up cetar, baju modis, dan sebagainya. Padahal tidak semua wanita memiliki hal tersebut. Miris rasanya ketika setiap wanita berlomba memperbaiki penampilan, apapun dilakukan yang penting bisa cantik.






Media memang berpengaruh besar terhadap pengerucutan standar kecantikan. Media selalu memperlihatkan para wanita-wanita cantik baik itu model, bintang film, dsb. Yang memang artis-artis tersebut punya uang banyak untuk perawatan tubuh. Tidak heran memang mereka cantik. Media selalu memperlihatkan wanita-wanita cantik dengan gaya modis jaman sekarang. Dan tanpa disadari hal tersebut tertanam di otak para penonton/pemirsa "begini loh yang dibilang cantik"


sejatinya kecantikan itu tidak selalu fisik yang utama. Jika kau cantik namun kasar dan tidak sopan terhadap orang tua atau suami, apakah itu bagus? Nol Besar! orang-orang pun akan beranggapan kau bukan orang baik-baik.






Masalah cantik, tidak sedikit wanita sedih karena merasa dirinya tidak cantik. Mereka mengeluhkan tubuh mereka yang besar, atau hidung pesek, atau kulit kasar, dsb. Hey girls, life is too short to be wasting your time thinking that shit. 


Tidak ada yang jelek di dunia ini. Semua juga bisa cantik asalkan ada modalnya. Tidak jarang bukan, kita melihat artis-artis with/without make up? Dimana mereka sangat drastis terlihat perbedaannya. Kecantikan fisik bisa dipoles, dan semua wanita bisa melakukan itu! Tapi kecantikan hati dan kematangan berfikir tidak semua wanita bisa.





Tampil lah di depan pria apa adanya. Salah satunya dengan muka polos (tanpa make up). Jika pria itu tetap menerimamu, tandanya dia tulus. Berbeda jika setiap hari kita bermake-up, selalu tampil cantik di depan pria. Ketika pria tersebut melihat kita dalam keadaan muka polos dan dengan pakaian bibi inem (kaos/celana lusuh yang masih suka dipakai karena nyaman), dia akan pangling dan belum tentu menerima keadaan asli kita karena dia terbiasa melihat yang bagus-bagus dari kita.




Yang bertubuh gemuk, selalu ada hikmahnya. Kita bisa tau mana pria yang tulus. Jika pria tsb tidak masalah dengan bodimu, ketika kamu habis melahirkan dan bodimu tetap/semakin besar, suamimu tidak akan masalah dengan hal itu. Karena dari awal suamimu telah menerimamu dengan bodi yang besar.

Beda hal jika pria menyukaimu hanya karena bodimu bagus, langsing semampai. Ketika kau habis melahirkan dan bodimu melar, tidak jarang suami mengeluhkan tentang bodimu dan mengatakan kau tidak secantik dulu. (pengalaman salah satu tetangga saya).





Intinya, syukuri apa adanya di diri kita. SEMUA WANITA ITU CANTIK :)


Keindahan akhlak perilaku, sopan santun, akan mengalahkan keindahan fisik. Tapi keindahan fisik tidak akan bisa mengalahkan kecantikan akhlak.



Kita hanya perlu memantaskan diri, memperbaiki diri, jadi wanita yang cantik hatinya. Karena aura cantik akan terpancar. Dan selalu berdoa kepada Tuhan agar kita diberi Jodoh yang terbaik. Yang mencintai dan menerima kita apa adanya walaupun ada banyak jutaan wanita cantik di dunia. :)





Minggu, 10 Juli 2016

Sebuah Cerita Pendek dari Enggar Tyastiwi. M





Namaku Lili, Lili Jean 16 tahun. Aku hanya perempuan biasa, tidak ada yang spesial dalam diriku. Aku tidak cantik, tidak kaya, tidak terlalu pintar (tidak bodoh juga), pendiam dan tidak pandai bergaul.

“Aku tidak cantik” kata-kata tersebut yang muncul dibenakku setiap kali bercermin. Tubuhku menyedihkan gendut tak berbentuk, kulitku tidak putih cenderung dekil dan wajahku selalu berminyak (padahal aku membersihkannya setiap saat), rambutku tipis mudah kusut. Aku tidak punya banyak uang untuk perawatan seperti gadis lain, pergi ke salon atau beli produk perawatan. Jadi aku biarkan diriku ini apa adanya, walaupun kadang aku membencinya. Tapi dari itu semua, aku bersyukur Tuhan memberiku sedikit kelebihan pada otakku. Sehingga aku tidak benar-benar ‘ngeblangsak’.

“Aku tidak kaya” kata-kata tersebut selalu muncul di batinku ketika aku mulai iri dengan anak-anak lain yang punya segalanya. Aku berusaha untuk mengontrol setiap keinginanku dengan ucapanku tersebut. Karena aku bukan orang kaya. Ayahku hanya seorang pekerja di perusahaan teknologi, dan Ibu bilang gaji Ayah cukup. Namun aku sendiri tidak pernah tau berapa nominalnya. Dan aku juga tidak pernah tau gajinya cukup untuk apa. Untuk makan? Untuk pendidikanku? Entahlah!

“Pendiam” ya, itu aku. Aku tidak banyak bicara, bicara itu melelahkan. Lagi pula aku tidak punya hal menarik untuk diceritakan. Kebanyakan hari-hariku dimulai dan berakhir begitu saja. Tanpa kenangan di dalamnya.

“Tidak pandai bergaul” kalian bisa menyimpulkan sendiri dari penjelasan-penjelasan di atas. Semua itu menyebabkan Minder, aku selalu minder untuk memulai pertemanan baru. Aku minder karena tidak cantik, tidak modis, tidak up-to-date dan aku pendiam serta membosankan, serta aku sama sekali bukan tipe gadis dari seorang pria.

Aku benci ketika orang-orang hanya respect pada seorang wanita karena kecantikannya. Oh really? Does beauty really matter to you?. Aku hanya bisa menghembuskan nafas kasar pada orang-orang yang suka memberi perlakuan berbeda pada yang cantik. Seperti selalu menawarkan pertolongan, memberi perhatian lebih, dan wanita cantik seperti lebih dilihat dari pada yang tidak cantik.

Aku iri, jujur sangat iri pada wanita cantik. Apakah aku harus jadi cantik atau kaya raya dahulu agar orang-orang melihatku? Aku si manusia tak terlihat di kelas, bukan tak terlihat, tak dihiraukan tepatnya. Pernah sekali aku pergi memakai make-up, namun tetap saja tidak ada yang melirik atau menyapaku.

Aku tidak munafik, aku pun akan memberikan perlakuan lebih pada yang tampan, namun aku tidak pilih kasih bagi yang jelek. Karena aku tau rasanya diperlakukan pilih kasih. Lantas apa yang harus aku lakukan agar orang-orang melihatku atau menyadari keberadaanku? Dengan prestasi? Itu sulit! Aku pernah mencobanya dan gagal.

Meneror semua orang di sekolah? Itu konyol! Yang ada aku akan ditangkap polisi. Sekalinya seseorang menyadari keberadaanku, dia membullyku dengan ucapannya yang menyakitkan hati. Aku marah! Aku sedih! Aku benci orang-orang! Mereka terlalu jahat.

Dan aku tau satu hal yang dapat membuatku dilihat orang-orang!

Aku pergi ke lantai teratas di sekolahku. Pemandangan di atas sangat indah! Jika aku bisa terbang, mungkin orang-orang akan melihatku. Kemudian aku terbang, namun hanya beberapa detik. Setelah itu aku merasakan tubuhku sakit luar biasa, namun aku masih bisa melihat walaupun berat.

Kali ini aku benar! Orang-orang datang mengerumuni untuk melihatku. Di kerumunan itu pula aku melihat seorang pria bersayap, dan dia menarikku paksa untuk bangkit. Pria bersayap itu bilang “keinginanmu terkabul! Orang-orang melihatmu sekarang! Namun sebagai gadis yang bunuh diri. Terjun dari atas gedung karena tidak tahan di bully. Sekarang ikut aku, dan Tuhan akan melihatmu.”




STOP BULLYING

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~